Senin, 04 September 2017

Kopi termanisku

Kala itu, detak jarum jam dinding menunjuk angka delapan.
Kala itu, q terduduk penuh perhatian di rumah pujaan.

Harmoni nada sendok yg bertabuh nyaring dg dinding gelas.
Diputar olehnya secara perlahan, aq masih menunggunya duduk disampingku dg rasa sayang yg deras.

Betapa nikmat kopi yg kau suguhkan.
Begitu manis senyuman yg kau berikan.
Kopi ternikmat yg pernah saya rasakan.
Karena engkaulah wanita pertama yg menghidangkan.

Kopi itu menjadi kenangan.
Entah bayangan atau kenyataan.
Rasa itu masih manis melekat.
Erat seperti saat kt dekat.

Malam ini q rindu kopi buatanmu.
Buatan dr hatimu.

Dedicated for my angel, Emylia Ulfa.

@Priyadono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar